Kapucino Sore
BERITA DALAM GENGGAMAN ANDA
Wednesday, February 27, 2019
Pemerintah Kucurkan Rp400 M Bangun 4 Pos Lintas Batas Negara
kapucinosore - Pemerintah siap menggelontorkan anggaran sekitar Rp400 miliar untuk membangun empat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang ditargetkan rampung pada tahun ini. Saat ini, keempat pos sudah menyelesaikan tahap lelang dan siap untuk memasuki tahap pembangunan.
Direktur Jenderal Cipta karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Hidayat Sumadilaga menjabarkan empat pos tersebut, yaitu PLBN Terpadu Sota di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua dan PLBN Terpadu Jagoi Babang di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat.
Lalu, dua PLBN lagi berada di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu PLBN Terpadu Long Midang di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan dan PLBN Terpadu Long Nawang di Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau.
"Kami yakin bisa selesai karena yang di Sota itu tidak terlalu besar. Begitu juga di Long Midang dan satunya lagi, itu juga tidak terlalu besar," ucap Danis
Danis mengatakan pemerintah kembali membangun pos lintas batas pada tahun ini karena kehadiran infrastruktur tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat di kawasan perbatasan.
Hal ini tercermin dari peningkatan ekonomi di tujuh lokasi pos lintas batas yang sudah dibangun dalam kurun waktu 2015-2018, yaitu PLBN Terpadu Entikong, Badau, dan Aruk di Provinsi Kalimantan Barat. Lalu, PLBN Terpadu Motaain, Motamasin, dan Wini di Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta PLBN Terpadu Skouw di Provinsi Papua.
"Dari tujuh itu kami evaluasi, ternyata itu memberi image (gambaran) yang baik kepada negara tetangga. Kemudian menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, karena kami membangun pasar di sana, tidak hanya bangun pos," jelasnya.
Sementara pada tahun depan, pemerintah berencana membangun tujuh pos lintas batas lagi dengan anggaran sekitar Rp1,3 triliun. Tujuh pos tersebut merupakan pembangunan tahap dua dari total 11 pos lintas batas yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.
Tujuh pos lintas batas yang akan dibangun pada tahun depan, yakni PLBN Terpadu Serasan di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Riau, PLBN Terpadu Sei Kelik di Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, dan PLBN Terpadu Yetetkun di Distrik Ninati, Kabupaten Bovel Digul, Provinsi Papua.
Kemudian, dua pos di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu PLBN Terpadu Sei Nyamuk di Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan dan PLBN Terpadu Labang di Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan. Lalu, dua pos di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yakni PLBN Terpadu Oepoli di Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang dan PLBN Terpadu Napan di Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara. (mc/ib)
Mengulik Manfaat Lengkuas untuk Kesehatan
kapucinosore - Lengkuas atau dalam bahasa Jawa disebut 'laos' biasa dimanfaatkan sebagai bumbu masakan.
Cukup dimemarkan atau diiris tipis, lengkuas sudah mampu memberikan citarasa berbeda pada masakan, apalagi jika dipadukan dengan daun salam makanan pun jadi makin sedap.
Tak cuma jadi bumbu masakan, lengkuas pun ternyata menyimpan beragam manfaat buat kesehatan. Dalam 10 gram lengkuas mengandung 149 kalori, 15 gram karbohidrat, 2 gram serat, 1 gram protein, 1 gram lemak total dan 4 gram vitamin C.
Selain itu, lengkuas juga mengandung flavonoid dan mineral penting lain untuk tubuh. Oleh karena itu, ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa dipetik dari konsumsi lengkuas.
1. Berpotensi lawan kanker
Kanker bisa dilawan dengan lengkuas. Ini bukan omong kosong belaka sebab sudah ada beberapa penelitian yang menyebut bahwa lengkuas merupakan bahan makanan yang menjanjikan untuk lawan kanker.Dilansir dari berbagai sumber, lengkuas disebut bisa melawan leukimia, melanoma, kanker pankreas, kanker kolon, kanker payudara, dan kanker hati. Pada kanker kolon, misalnya, sebuah studi pada 2014 menyebutkan lengkuas mampu mengakibatkan kematian sel (apoptosis) pada dua jenis sel kanker kolon.
2. Antiinflamasi
Lengkuas memiliki komponen antiinflamasi atau antiperandangan. Umbi lengkuas pun bisa digunakan sebagai obat arthritis atau radang sendi termasuk reumatik. Di samping itu, lengkuas pun bermanfaat untuk meredakan inflamasi pada perut.3. Meningkatkan jumlah sperma
Bagi pria, lengkuas bisa meningkatkan kesuburan. Sebuah studi yang dipublikasikan di Iranian Journal of Reproductive Medicine, lengkuas dapat meningkatkan jumlah dan kemampuan bergerak sperma. Secara umum, lengkuas mampu meningkatkan kesehatan sperma.Studi serupa pun terbit di jurnal PLOS pada 2014. Peneliti menyebut sperma aktif meningkat hingga tiga kali lipat saat partisipan mengonsumsi ekstrak delima dan lengkuas.
4. Lawan tanda penuaan dini
Siapa sangka, lengkuas pun punya banyak manfaat buat kulit termasuk melawan kemunculan tanda penuaan dini. Lengkuas punya 40 jenis komponen antioksidan yang siap lawan kerut dan garis halus di wajah.Sebagai obat topikal (oles), lengkuas bisa dimanfaatkan sebagai obat untuk kulit yang terbakar. Cukup dengan cara dihaluskan, aplikasikan pasta lengkuas pada kulit yang terbakar atau terkena benda panas.
5. Mendukung kesehatan otak
Karena memiliki komponen antiinflamasi, lengkuas pun punya potensi untuk melindungi kesehatan otak. Lengkuas dapat mengurangi risiko degenerasi kognitif serta membantu melawan depresi.6. Mengatasi masalah pencernaan
Rasa tidak nyaman pada perut bisa diredakan dengan konsumsi lengkuas. Beberapa masalah pencernaan pun bisa diatasi dengan lengkuas seperti, diare, mual dan cegukan. (ks/mc)Dilema Beauty 4.0, Saat Standar Cantik Ada di Tangan Netizen
kapucinosore - Apa itu 'cantik'? Bagaimana kita mendefinisikan 'wajah cantik' itu sendiri?
Rasanya, tak ada yang mampu mendefinisikan standar kecantikan secara gamblang. Definisi 'cantik' tergantung pada persepsi yang kian berganti dari waktu ke waktu. Era industri 4.0 ini, misalnya, yang turut menggeser standar kecantikan pada definisi anyar. Teknologi yang berevolusi membuat dunia kecantikan dan estetika ikut terseret arus transformasi yang dikenal dengan istilah beauty 4.0.
Jika industri 4.0 ditandai oleh kemunculan superkomputer dan robot pintar yang memudahkan, tidak dengan beauty 4.0. Era kecantikan anyar ini justru dipenuhi dilema. Konsep ini merupakan paradigma atau cara melihat standar kecantikan dari sudut pandang sosial di zaman kiwari, terutama netizen. Di kancah global, beauty 4.0 dianggap sebagai fenomena anyar.
"Beauty 4.0 merupakan konsep yang lebih kompleks dibandingkan 1.0, 2.0, atau 3.0. Ia harus mencakup empat dimensi," kata ahli kecantikan, dr Lanny Juniarty dalam Aesthetic Outlook 2019 dari Miracle saat memperkenalkan konsep Beauty 4.0.
Beauty 4.0 merupakan gabungan dari generasi sebelumnya. Generasi 1.0 yang menggunakan sudut pandang dokter yang berpegangan dengan sistem golden ratio. Generasi 2.0 yang melibatkan keinginan dari seseorang terhadap kecantikan. Dan, 3.0 yang membuat kecantikan mesti meningkatkan rasa percaya diri hingga bermanfaat pada kehidupan sosial.
Pada beauty 4.0 standar kecantikan bertambah dengan adanya pengaruh dari perkembangan teknologi digital, terutama media sosial. Pada era ini, standar kecantikan seolah ikut ditentukan oleh perkembangan dan pendapat yang ada di media sosial atau komentar dari netizen di Twitter, Facebook, dan Instagram.
Ini adalah kondisi ketika opini publik menjadi demikian penting. Eksistensi menjadi tujuan utama seseorang mempercantik diri. "Apalagi di dunia digital, semua ingin selfie, eksis, butuh pengakuan dan apresiasi dari orang di sekelilingnya," tutur Lanny.
Perkembangan digital membuat orang ingin memamerkan kecantikan mereka di media sosial demi mendapatkan likes dan komentar yang baik. Tengok saja deretan pasien yang ditemui Lanny. Mereka beramai-ramai ingin mempercantik wajah dengan standar kecantikan dari netizen atau media sosial.
"Lima tahun terakhir perkembangan industri kecantikan cepat sekali. Banyak yang datang dengan 'Saya lihat di Instagram teman saya, Saya lihat di Google begini'," ungkap Lanny.
Alhasil, dokter kini tak lagi berpegangan pada golden ratio atau kecantikan yang diukur secara proporsional. Tapi, kini dokter juga mesti mempertimbangkan pendapat dari pasien, dan tentunya netizen.
Standar kecantikan versi netizen itu meliputi kecantikan yang sempurna, wajah berbentuk V yang terpengaruh industri kecantikan Korea Selatan, cara yang instan, dan hasil yang natural.
"Banyak yang bilang 'Dok, saya ingin terlihat natural'. Jadi mereka mau filler, tanam benang tapi tidak mau ketahuan," ujar Lanny.
Gejala pergeseran standar kecantikan di era industri 4.0 ini sesungguhnya telah bermunculan sejak jauh-jauh hari. Sebelumnya, standar kecantikan dipengaruhi oleh hasil foto yang telah diedit dalam fitur 'pemulas' wajah di media sosial.
Fitur-fitur itu boleh dibilang berhasil membuat wajah terlihat lebih cantik. Ia menghadirkan mata kucing, pipi merah merona, dagu tajam, atau kulit yang makin kinclong di laman media sosial. Jauh dari kata cacat.
Tak ayal, orang pun berbondong-bondong membawa hasil retouch foto dan meminta para ahli bedah plastik untuk mengubah wajahnya menjadi sebagaimana gambaran foto yang dibawa. Para ahli menyebutnya sebagai 'snapchat dysmorphia'.
Kondisi itu disimpulkan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di JAMA Facial Plastic Surgery pada 2018 lalu. "Secara keseluruhan, aplikasi media sosial memberikan realitas kecantikan baru bagi masyarakat saat ini," tulis penelitian. Fenomena itu mengacaukan kepala dan menumbuhkan beberapa ide tidak sehat tentang apa yang benar-benar kita lihat di layar gawai.
Ya, perkaranya adalah media sosial. Standar yang dibuat netizen berpotensi membuat orang tak pernah puas. Pasalnya, komentar netizen sering kali tak pernah berhenti menghujat, mencela, dan selalu melihat kekurangan.
Lihat saja kasus Roy Kiyoshi yang melakoni operasi plastik untuk mengubah wajahnya. Wajah lancip berhasil didapatkannya. Tapi, bukannya mendapat pujian, dia malah dirundung celaan dari netizen.
Dewasa ini, kian banyak orang yang terpengaruh standar kecantikan di media sosial. Bagaimana tidak? Media sosial kini bertransformasi menjadi kekuatan super yang mampu menjangkau banyak orang.
Kondisi itu semakin rumit ketika faktanya, setiap orang memiliki kecenderungan untuk membandingkan diri dengan melihat keadaan sekitar dan menjadikannya sebagai standar untuk dirinya. Alhasil, tak heran jika orang berbondong-bondong membandingkan dirinya dengan apa yang ada di media sosial.
"Setiap orang punya kecenderungan mengamati dan belajar dari role model yang ada di media sosial. Orang belajar dari situ dan melihat itulah standar kecantikan," ujar psikolog klinis Inez Kristanti
Pada orang yang rentan, kata Inez, hal itu bisa berujung gangguan dismorfik tubuh. Nama terakhir ini merupakan gangguan mental yang membuat penderitanya merasa malu dan cemas akan kekurangan atau cacat yang ada pada tubuhnya. Dismorfik tubuh membuat seseorang akan terus menerus melakukan perubahan dan tidak pernah puas dengan kecantikan yang dimilikinya.
Inez menyebut, standar kecantikan di media sosial harus bisa disikapi dengan bijak. Sebab, standar itu tak menampilkan realita yang sebenarnya.
Senada dengan Inez, psikolog Roslina Verauli berkomentar, standar kecantikan yang ada di media sosial hanya bentukan dari orang-orang yang bisa jadi maya. Komentar yang muncul sering kali tak menggambarkan kenyataan.
"Standar cantik dan enggak cantik dari media sosial tidak valid. Belum tentu komentar tersebut menggambarkan persona," ujar perempuan yang akrab disapa Vera ini kepada CNNIndonesia.com.
Bukannya menambah kepercayaan diri, konsep Beauty 4.0 ini justru memengaruhi kondisi psikososial seseorang. Komentar netizen yang di luar batas kewajaran inilah yang kerap tak bisa disikapi oleh banyak orang. Akibatnya, seseorang akan merasa tertekan dan frustasi.
Pengalaman Lanny, misalnya, bertemu dengan seorang pasien yang selalu gelisah saat kalimat-kalimat negatif mewarnai kolom komentar media sosialnya. Pasien bertanya tentang apa lagi yang harus dilakukan terhadap wajahnya. Pertanyaan itu muncul akibat komentar-komentar yang tak sesuai dengan ekspektasi.
Dalam hal ini, gangguan dismorfik tubuh tak sekadar rasa tidak aman atau kurangnya kepercayaan diri. Lebih dari itu, gangguan pada standar kecantikan ini juga berujung pada upaya keras untuk menyembunyikan ketidaksempurnaan yang sesungguhnya tak kita kenali.
Bisa jadi, konsep ini juga didorong oleh kurangnya pemahaman dan penghayatan tentang diri sendiri. "Kalau pemahaman diri sudah baik, kita enggak mudah terpengaruh dengan standar kecantikan yang ada," ujar Vera.
Beauty 4.0 tak cuma urusan standar kecantikan yang lebih sempurna, tapi juga tentang gambaran nyata wajah yang tak pernah kita kenali. Sebab, satu-satunya wajah di dunia yang tak pernah bisa kita lihat secara nyata adalah wajah milik kita sendiri. (mc/ks)
Mempersiapkan Pesta Pernikahan Modern Butuh Waktu 528 Jam
kapucinosore - Menyiapkan pesta pernikahan butuh waktu lama. Di kota-kota besar bahkan membutuhkan waktu berbulan-bulan atau lebih dari satu tahun untuk menyiapkan pernikahan idaman.
Penelitian terbaru menemukan, persiapan pernikahan modern membutuhkan waktu 528 jam atau setara dengan 22 hari penuh.
Namun, tentu saja pernikahan itu tak disiapkan dalam 22 hari berturut-turut. Studi ini mendapati, rata-rata pasangan mempersiapkan pernikahan selama 11 bulan atau 44 minggu dengan total waktu 528 jam.
Hasil ini didapat setelah peneliti menganalisis perilaku dan kebiasaan 2 ribu orang Amerika Serikat yang menikah pada tahun lalu. Studi ini dilakukan melalui survei daring di situs resmi Minted.
Selama waktu persiapan resepsi pernikahan, survei ini juga menemukan mayoritas pasangan atau sebanyak 68 persen mengaku senang merencanakan hari istimewa mereka.
Mayoritas atau sebanyak 94 persen partisipan dalam penelitian ini mengatakan, pasangan mereka ikut membantu merencanakan pernikahan dan membuat proses itu menjadi lebih menyenangkan.
Senang bukan berarti tanpa hambatan. Dikutip dari The Independent, rata-rata pasangan yang disurvei mengatakan mereka mengalami empat perselisihan sebelum hari pernikahan datang. Hanya 23 persen dari partisipan yang mengaku tak mengalami perselisihan jelang hari H.
Alasan paling umum dalam perselisihan itu 25 persen membahas tempat pernikahan, 19 persen perkara daftar tamu yang diundang, dan 18 persen karena urusan katering. Sebanyak 25 persen orang yang disurvei menyebut, memilih tempat pernikahan yang tepat adalah bagian yang paling menantang dalam mempersiapkan pernikahan.
Sementara itu, 18 persen pasangan mengaku merasa tertekan saat berurusan dengan mertua selama proses perencanaan. Sebanyak 17 persen perempuan juga mengatakan khawatir tidak mendapatkan gaun pengantin yang sempurna. (mc/kapsor)
Resmi Menikah, Syahrini Dan Reino Barack Bergema di Twitter

kapucinosore - Kabar pernikahan Syahrini dan Reino Barack menjadi perbincangan hangat belakangan. Dikabarkan Syahrini dan Reino menikah di Tokyo hari ini, Rabu (27/2).
Itu pun ramai di media sosial, sampai ada tagar #SyahriniReinoSatuAtap yang menjadi salah satu trending topic di Twitter pagi ini. Terhitung ada hampir lima ribu cuitan soal itu.
Beberapa netizen 'nyinyir' soal keputusan Syahrini dan Reino menikah di Jepang. Mereka disebut mengucap janji suci di masjid yang juga jadi saksi pernikahan Maia Estianty dan Irwan Mussry baru-baru ini. Banyak yang menyinggung alasan itu tak dilakukan di Indonesia.
"Syahrini nikah di jepang kalo nikah di indo biar gak d gosipin emak2 soal makeup, dekor, souvenir & makanannya," ujar salah satu netizen. Yang lain berkicau, "Biar amplop kondangan nggak dinomerin." Ada lagi cuitan, "Karna males di grebek @AttaHalilintar."
Alasan lucu pun muncul, "Syahrini nikah di jepang biar orang-orang habis makan ngga taruh piring di bawah kursi yg dia dudukin." Atau, "Syahrini nikah di jepang biar ga usah ngundang elektone musik dangdut yg penyanyinya joget naik ke tiang terop."
"Kasian Luna Maya. Cantik iya. Model iya. Artis iya. Kaya iya. Sayang... ketikung."
Salah satu netizen menunjukkan GIF Jennifer Lawrence yang menunjukkan iya baik-baik saja.
Sebelum digosipkan menikah dengan Syahrini, Reino memang menjalin hubungan cukup lama dengan Luna. Namun keduanya putus September tahun lalu. Beberapa pekan kemudian, Reino digosipkan menjalin hubungan dengan Syahrini. Namun keduanya tak pernah muncul di publik.
Akun gosip Lambe Turah 'mencocok-cocokkkan' keberadaan Syahrini dan Reino di Tokyo dengan membandingkan Instagram Story keduanya, awal tahun ini. Tak lama, muncul gosip mereka akan menikah. Baru-baru ini, Syahrini membuat heboh publik dengan mempersilakan netizen memberi keterangan foto untuknya di sebuah unggahan di Instagram. Ia seakan minta 'restu.'
Kabar pernikahan Syahrini dan Reino Barack kian santer saat media melihat keluarga Syahrini di bandara. Meski demikian, saat media mencoba 'menodong' Reino bicara soal pernikahannya beberapa waktu lalu di sebuah pusat perbelanjaan, ia tidak menjawab apa pun.
Luna pun muncul ke hadapan publik di sebuah acara, namun tak bersedia bicara soal itu.
Luna, Syahrini dan Reino sebelumnya ada dalam lingkungan pertemanan yang sama. Reino bahkan datang membawa bunga saat Syahrini konser September lalu.
Saturday, February 23, 2019
Perang narkoba di Filipina: Perempuan yang membunuh para pengedar narkoba

kapucinosore - Filipina tengah melancarkan perang brutal terhadap perdagangan narkoba yang dikukuhkan melalui kebijakan kontroversial Presiden Rodrigo Duterte, hampir 2.000 orang tewas dalam waktu beberapa pekan.
Mari kita jelajahi sisi gelap para pengedar dan pembunuh melalui seorang perempuan yang terjebak dalam keadaan yang sulit.Ketika Anda bertemu dengan pembunuh yang telah menewaskan enam orang, Anda tidak mengharapkan bertemu dengan seorang perempuan bertubuh kecil yang tampak gugup sambil menggendong bayinya.
"Pekerjaan saya yang pertama pada dua tahun lalu di provinsi di dekat sini. Saya merasa sangat takut dan gugup karena itu merupakan yang pertama bagi saya." Maria, bukan nama sebenarnya saat ini disewa untuk membunuh - sebagai bagian dari sanksi pemerintah dalam perang memberantas narkoba.
Dia merupakan bagian dari sebuah tim pemburu yang terdiri dari tiga perempuan, yang berharga, karena mereka dapat mendekati korban mereka tanpa menimbulkan kecurigaan yang dialami laki-laki
Sejak Presiden Duterte terpilih, dan mendesak warga dan polisi untuk membunuh pengedar narkoba yang menolak ditahan, Maria telah menewaskan lima orang, menembak mereka semuanya di bagian kepala.

Maria dan suaminya berasal dari lingkungan yang miskin di Manila dan tidak memiliki penghasilan tetap sebelum menyetujui untuk menjadi pembunuh bayaran.
"Saya merasa bersalah dan itu mengelisahkan saya. Saya tidak ingin keluarga dari orang yang saya bunuh mendatangi saya."
Dia khawatir mengenai apa yang akan dipikirkan anaknya. "Saya tidak ingin mereka datang kepada kami dan mengatakan bahwa mereka dapat hidup karena kami membunuh demi uang." Anak laki-lakinya yang tertua bahkan sudah mulai bertanya bagaimana dia dan suaminya bisa mendapat begitu banyak uang.
Dia harus membunuh sekali lagi, untuk memenuhi kontraknya, dan ingin agar tindakan itu menjadi yang terakhir. Tetapi bosnya telah mengancam akan membunuh siapapun yang keluar dari tim. Dia merasa terjebak. Dia meminta kepada pasturnya untuk memberikan pengampunan dalam pengakuan dosa di gereja, tetapi dia tidak berani mengatakan kepadanya apa yang dia telah lakukan.

Apakah dia merasa ada pembenaran menjalankan kampanye Presiden Duterte untuk menaklukan pengedar narkoba?
"Kami hanya berbicara mengenai misi, bagaimana menjalankannya," kata dia. "Ketika itu selesai kami tak membicarakannya lagi."
Tetapi dia meremas tangannya ketika berbicara dan menutup matanya, tampaknya dia tidak ingin memceritakannya. (Mc/Kasor)
Sejak Presiden Duterte terpilih, dan mendesak warga dan polisi untuk membunuh pengedar narkoba yang menolak ditahan, Maria telah menewaskan lima orang, menembak mereka semuanya di bagian kepala.
Saya bertanya kepada dia siapa yang memberikan perintah untuk pembunuhan ini: "Bos saya, seorang perwira polisi," kata dia.
Di suatu sore ketika kami bertemu, dia dan suaminya diberitahu bahwa rumah aman mereka telah terbongkar. Mereka pun pindah dengan tergesa-gesa.
Perang narkoba yang kontroversial telah memberinya lebih banyak pekerjaan, tetapi juga risiko. Dia menggambarkan bagaimana pekerjaan itu dimulai ketika suaminya ditugaskan untuk membunuh seorang debitur oleh petugas polisi - yang juga merupakan seorang penjual narkoba.
Di suatu sore ketika kami bertemu, dia dan suaminya diberitahu bahwa rumah aman mereka telah terbongkar. Mereka pun pindah dengan tergesa-gesa.
Perang narkoba yang kontroversial telah memberinya lebih banyak pekerjaan, tetapi juga risiko. Dia menggambarkan bagaimana pekerjaan itu dimulai ketika suaminya ditugaskan untuk membunuh seorang debitur oleh petugas polisi - yang juga merupakan seorang penjual narkoba.
"Suami saya diperintahkan untuk membunuh orang yang tidak membayar utangnya." Ini menjadi sebuah tugas rutin bagi suaminya sampai terjadi situasi yang lebih menantang.
"Suatu waktu, mereka membutuhkan seorang perempuan.... suami saya memberi jalan kepada saya untuk melakukan pekerjaan ini. Ketika saya melihat orang yang seharusnya saya bunuh, saya mendekati dia dan saya menembaknya."

Maria dan suaminya berasal dari lingkungan yang miskin di Manila dan tidak memiliki penghasilan tetap sebelum menyetujui untuk menjadi pembunuh bayaran.
Mereka berpenghasilan lebih dari 20.000 peso Filipina atau Rp5,7 juta setiap membunuh, yang akan dibagi dengan tiga atau empat orang. Itu merupakan sebuah keuntungan bagi warga Filipina dengan penghasilan rendah, tetapi sekarang tampaknya tak ada jalan bagi Maria untuk keluar dari situasi itu.
Kontrak untuk membunuh bukan sesuatu yang baru di Filipina. Tetapi para pembunuh bayaran tak pernah sangat sibuk, seperti yang mereka alami saat ini.
Presiden Duterte telah mengirimkan sebuah pesan yang jelas. Menjelang pemilihannya, dia berjanji akan membunuh 100.000 pelaku kriminal dalam enam bulan pertama masa pemerintahannya.
Dan terutama dia memperingatkan para pengedar narkoba:"Jangan menghancurkan negara kami, karena saya akan membunuh Anda."
Akhir pekan lalu dia mengulangi pandangannya, untuk mempertahankan pembunuhan para tersangka kriminal tanpa diadili.
"Apakah hidup dari 10 orang pelaku kriminal ini benar-benar berarti? Jika saya merupakan salah seorang yang menghadapi penderitaan ini, apakah hidup 100 orang idiot ini akan berarti bagi saya?"
Apa yang diprovokasi melalui ucapan presiden untuk melancarkan kampanye tanpa belas kasihan terhadap penyebaran narkoba jenis kristal met atau "sabu" seperti yang dikenal di Filipina.
Murah, mudah dibuat, dan menyebabkan ketagihan, dengan cepat membuat perasaan melayang, merupakan pelarian dari hidup di kawasan kumuh yang kotor dan membosankan, menyasar para buruh dengan pekerjaan yang melelahkan seperti supir truk untuk dapat menjalani hari mereka.
Apa itu Sabu?

Seringkali disebut "es" atau "crystal meth" di Barat, Sabu merupakan istilah yang digunakan untuk sebuah amfetamin yang murni dan ampuh di Filipina dan negara Asia lain.
Sabu seharga 1. peso Filipina per gram atau Rp278ribu.
Itu dapat dihisap, diinjeksi, endus atau dicampur dalam air.
Filipina merupakan tempat yang dijadikan laboratorium industri rumah tangga yang memproduksi berton-ton narkoba - yang kemudian didistribusikan ke wilayah Asia.
Duterte menggambarkannya sebagai sebuah pandemi, yang menimpa jutaan warga negaranya. Ini juga sangat menguntungkan. Dia memiliki daftar 150 pejabat senior, perwira dan hakim terkait dengan perdagangan narkoba. Lima jenderal polisi, kata dia, merupakan raja dari bisnis ini. Tetapi mereka yang berada di tingkat bawah dalam peredaran ini yang menjadi target pasukan pembunuh.
Menurut polisi lebih dari 1.900 orang tewas dalam insiden yang terkait dengan narkoba sejak Duterte menduduki jabatannya pada 30 Juni lalu. Kata mereka 756 tewas oleh polisi, semuanya menolak ditahan. Jumlah orang yang tewas lainnya, secara resmi, masih diselidiki.
Dalam praktiknya tidak ada penjelasan untuk sebagian besar kasus. Hampir semua yang jasadnya ditemukan setiap malam di kawasan kumuh di Manila dan kota lain yang miskin - pengemudi becak, buruh rendahan, pengangguran.
Seringkali disebelah jasad mereka ditemukan kertas yang bertuliskan peringatan agar tidak terlibat dalam narkoba. Ini merupakan sebuah perang yang hampir secara ekslusif terjadi di bagian yang paling miskin di negara ini. Orang seperti Maria digunakan sebagai agen mereka.
Tetapi ini merupakan perang yang populer. Di Tondo, sebuah kota di dekat pelabuhan Manila, sebagian besar penduduknya mendukung kampanye presiden.
Mereka menuduh "sabu" meningkatkan kejahatan, menghancurkan hidup, meskipun beberapa khawatir kampanye itu semakin diluar kendali, dan korban yang tidak bersalah juga tertangkap.
Salah satu yang diburu oleh pasukan pembunuh adalah Roger - bukan nama sebenarnya.
Dia menjadi pecandu sabu sejak masih muda, kata dia, ketika bekerja sebagai buruh rendahan. Seperti banyak pecandu dia mulai berupaya untuk mendukung kebiasaannya, dan itu merupakan pekerjaan yang lebih nyaman dibandingkan menjadi buruh. Dia banyak bekerja dengan seorang polisi yang korup, kadang-kadang mengambil porsi dari sabu yang disita dalam penggerebekan untuk dijual.

Sekarang dia sedang melarikan diri, pindah dari satu tempat ke tempat lainnya setiap beberapa hari agar tidak terlacak dan dibunuh.
"Setiap hari, setiap jam, saya tidak dapat menghilangkan rasa takut di dada saya. Itu sangat melelahkan dan menakutkan untuk bersembunyi sepanjang waktu. Anda tidak mengetahui jika orang itu benar-benar ada di depan Anda, atau jika orang yang Anda hadapi bisa jadi seorang pembunuh. Sangat sulit untuk tidur di malam hari. Bunyi yang sangat kecil pun dapat membangunkan saya. Dan bagian yang paling berat dari semuanya adalah saya tidak tahu siapa yang dapat saya percaya, saya tidak tahu arah tujuan saya setiap hari, serta mencari tempat untuk bersembunyi."

Dia merasa bersalah atas perannya dalam peredaran narkoba yang destruktif.
"Saya benar-benar percaya bahwa saya telah melakukan dosa. Banyak sekali. Saya melakukan sesuatu yang buruk. Saya bersalah terhadap banyak orang karena mereka menjadi pecandu, karena saya salah satu dari banyak orang yang menjual narkoba kepada mereka. Tetapi apa yang bisa saya katakan bahwa tidak semua orang yang menggunakan narkoba melakukan tindakan kriminal, mencuri dan bahkan membunuh. Saya juga pecandu tetapi saya tidak membunuh. Saya seorang pecandu tetapi saya tidak mencuri."
Dia telah mengirimkan anak-anaknya untuk tinggal bersama keluarga istrinya di pedesaan, sebagai upaya untuk menghentikan paparan epidemi narkoba terhadap mereka. Dia memperkirakan 30% dan 35% orang di lingkunganya merupakan pecandu.

Jadi ketika Presiden Duterte menyatakan beberapa kali dalam masa kampanye presidennya bahwa dia akan membunuh para pengedar narkoba, membuang mayat mereka ke Teluk Manila, apakah Roger menanggapnya serius?
Kontrak untuk membunuh bukan sesuatu yang baru di Filipina. Tetapi para pembunuh bayaran tak pernah sangat sibuk, seperti yang mereka alami saat ini.
Presiden Duterte telah mengirimkan sebuah pesan yang jelas. Menjelang pemilihannya, dia berjanji akan membunuh 100.000 pelaku kriminal dalam enam bulan pertama masa pemerintahannya.
Dan terutama dia memperingatkan para pengedar narkoba:"Jangan menghancurkan negara kami, karena saya akan membunuh Anda."
Akhir pekan lalu dia mengulangi pandangannya, untuk mempertahankan pembunuhan para tersangka kriminal tanpa diadili.
"Apakah hidup dari 10 orang pelaku kriminal ini benar-benar berarti? Jika saya merupakan salah seorang yang menghadapi penderitaan ini, apakah hidup 100 orang idiot ini akan berarti bagi saya?"
Apa yang diprovokasi melalui ucapan presiden untuk melancarkan kampanye tanpa belas kasihan terhadap penyebaran narkoba jenis kristal met atau "sabu" seperti yang dikenal di Filipina.
Murah, mudah dibuat, dan menyebabkan ketagihan, dengan cepat membuat perasaan melayang, merupakan pelarian dari hidup di kawasan kumuh yang kotor dan membosankan, menyasar para buruh dengan pekerjaan yang melelahkan seperti supir truk untuk dapat menjalani hari mereka.
Apa itu Sabu?

Seringkali disebut "es" atau "crystal meth" di Barat, Sabu merupakan istilah yang digunakan untuk sebuah amfetamin yang murni dan ampuh di Filipina dan negara Asia lain.
Sabu seharga 1. peso Filipina per gram atau Rp278ribu.
Itu dapat dihisap, diinjeksi, endus atau dicampur dalam air.
Filipina merupakan tempat yang dijadikan laboratorium industri rumah tangga yang memproduksi berton-ton narkoba - yang kemudian didistribusikan ke wilayah Asia.
Duterte menggambarkannya sebagai sebuah pandemi, yang menimpa jutaan warga negaranya. Ini juga sangat menguntungkan. Dia memiliki daftar 150 pejabat senior, perwira dan hakim terkait dengan perdagangan narkoba. Lima jenderal polisi, kata dia, merupakan raja dari bisnis ini. Tetapi mereka yang berada di tingkat bawah dalam peredaran ini yang menjadi target pasukan pembunuh.
Menurut polisi lebih dari 1.900 orang tewas dalam insiden yang terkait dengan narkoba sejak Duterte menduduki jabatannya pada 30 Juni lalu. Kata mereka 756 tewas oleh polisi, semuanya menolak ditahan. Jumlah orang yang tewas lainnya, secara resmi, masih diselidiki.
Dalam praktiknya tidak ada penjelasan untuk sebagian besar kasus. Hampir semua yang jasadnya ditemukan setiap malam di kawasan kumuh di Manila dan kota lain yang miskin - pengemudi becak, buruh rendahan, pengangguran.
Seringkali disebelah jasad mereka ditemukan kertas yang bertuliskan peringatan agar tidak terlibat dalam narkoba. Ini merupakan sebuah perang yang hampir secara ekslusif terjadi di bagian yang paling miskin di negara ini. Orang seperti Maria digunakan sebagai agen mereka.
Tetapi ini merupakan perang yang populer. Di Tondo, sebuah kota di dekat pelabuhan Manila, sebagian besar penduduknya mendukung kampanye presiden.
Mereka menuduh "sabu" meningkatkan kejahatan, menghancurkan hidup, meskipun beberapa khawatir kampanye itu semakin diluar kendali, dan korban yang tidak bersalah juga tertangkap.
Salah satu yang diburu oleh pasukan pembunuh adalah Roger - bukan nama sebenarnya.
Dia menjadi pecandu sabu sejak masih muda, kata dia, ketika bekerja sebagai buruh rendahan. Seperti banyak pecandu dia mulai berupaya untuk mendukung kebiasaannya, dan itu merupakan pekerjaan yang lebih nyaman dibandingkan menjadi buruh. Dia banyak bekerja dengan seorang polisi yang korup, kadang-kadang mengambil porsi dari sabu yang disita dalam penggerebekan untuk dijual.

Sekarang dia sedang melarikan diri, pindah dari satu tempat ke tempat lainnya setiap beberapa hari agar tidak terlacak dan dibunuh.
"Setiap hari, setiap jam, saya tidak dapat menghilangkan rasa takut di dada saya. Itu sangat melelahkan dan menakutkan untuk bersembunyi sepanjang waktu. Anda tidak mengetahui jika orang itu benar-benar ada di depan Anda, atau jika orang yang Anda hadapi bisa jadi seorang pembunuh. Sangat sulit untuk tidur di malam hari. Bunyi yang sangat kecil pun dapat membangunkan saya. Dan bagian yang paling berat dari semuanya adalah saya tidak tahu siapa yang dapat saya percaya, saya tidak tahu arah tujuan saya setiap hari, serta mencari tempat untuk bersembunyi."

Dia merasa bersalah atas perannya dalam peredaran narkoba yang destruktif.
"Saya benar-benar percaya bahwa saya telah melakukan dosa. Banyak sekali. Saya melakukan sesuatu yang buruk. Saya bersalah terhadap banyak orang karena mereka menjadi pecandu, karena saya salah satu dari banyak orang yang menjual narkoba kepada mereka. Tetapi apa yang bisa saya katakan bahwa tidak semua orang yang menggunakan narkoba melakukan tindakan kriminal, mencuri dan bahkan membunuh. Saya juga pecandu tetapi saya tidak membunuh. Saya seorang pecandu tetapi saya tidak mencuri."
Dia telah mengirimkan anak-anaknya untuk tinggal bersama keluarga istrinya di pedesaan, sebagai upaya untuk menghentikan paparan epidemi narkoba terhadap mereka. Dia memperkirakan 30% dan 35% orang di lingkunganya merupakan pecandu.

Jadi ketika Presiden Duterte menyatakan beberapa kali dalam masa kampanye presidennya bahwa dia akan membunuh para pengedar narkoba, membuang mayat mereka ke Teluk Manila, apakah Roger menanggapnya serius?
"Ya, tetapi saya pikir dia akan menyasar sindikat yang besar pembuat narkoba, bukan pengedar kecil seperti saya. Saya berharap saya dapat memutar waktu kembali. Tetapi itu sudah terlambat bagi saya. Saya tidak dapat menyerah, karena jika saya melakukannya polisi mungkin akan membunuh saya."


Maria juga menyesal atas pilihan yang telah dibuatnya.
"Saya merasa bersalah dan itu mengelisahkan saya. Saya tidak ingin keluarga dari orang yang saya bunuh mendatangi saya."
Dia khawatir mengenai apa yang akan dipikirkan anaknya. "Saya tidak ingin mereka datang kepada kami dan mengatakan bahwa mereka dapat hidup karena kami membunuh demi uang." Anak laki-lakinya yang tertua bahkan sudah mulai bertanya bagaimana dia dan suaminya bisa mendapat begitu banyak uang.
Dia harus membunuh sekali lagi, untuk memenuhi kontraknya, dan ingin agar tindakan itu menjadi yang terakhir. Tetapi bosnya telah mengancam akan membunuh siapapun yang keluar dari tim. Dia merasa terjebak. Dia meminta kepada pasturnya untuk memberikan pengampunan dalam pengakuan dosa di gereja, tetapi dia tidak berani mengatakan kepadanya apa yang dia telah lakukan.

Apakah dia merasa ada pembenaran menjalankan kampanye Presiden Duterte untuk menaklukan pengedar narkoba?
"Kami hanya berbicara mengenai misi, bagaimana menjalankannya," kata dia. "Ketika itu selesai kami tak membicarakannya lagi."
Tetapi dia meremas tangannya ketika berbicara dan menutup matanya, tampaknya dia tidak ingin memceritakannya. (Mc/Kasor)
Skiplagging, trik dapat tiket pesawat lebih murah, mengapa maskapai 'membencinya'?
kapucinosore - Seorang penumpang diajukan oleh maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa, ke pengadilan karena menghanguskan tiket.
Dokumen pengadilan yang didapat CNN menunjukkan penumpang tersebut membeli tiket rute Seattle di Amerika Serikat ke Oslo di Norwegia, dengan transit di Frankfurt. Penumpang tadi turun di Frankfurt dan tidak melanjutkan penerbangan ke Oslo.
Praktik ini biasa disebut skiplagging dan sebenarnya sering dilakukan oleh penumpang yang ingin mendapatkan harga tiket yang lebih murah. Penerbangan tidak langsung biasanya transit di satu kota penting atau di bandara penghubung.
Ongkos penerbangan tidak langsung dapat menjadi lebih murah dibandingkan penerbangan langsung ke kota tujuan akhir karena harga tiket maskapai didasarkan pada permintaan.
"Contoh, harga tiket penerbangan langsung yang ditawarkan Alaska Airlines dari Seattle ke Columbus adalah US$250 (Rp3,5 juta). Maskapai American Airlines tidak melayani rure langsung Seattle-Columbus, tapi untuk bersaing dengan Alaska Airlines, mereka menawarkan harga yang sama, tapi dengan berhenti di Chicago," kata Tracy Stewart, editor situs perjalanan Airfarewatchdog.com kepada BBC.
Stewart menjelaskan, penumpang yang ingin terbang dari Seattle ke Chicago mungkin akan membeli tiket Seattle-Chicago-Columbus karena lebih murah dibandingkan dengan rute langsung Seattle-Chicago.
Penumpang tidak perlu melanjutkan perjalanan dari Chicago ke Columbus karena memang tujuannya adalah ke Chicago. "Ini adalah kelemahan yang dapat dengan mudah dieksploitasi," kata Stewart.
Para pengamat yang diwawancara BBC mengatakan skiplagging bukanlah hal baru. Tetapi memang semakin banyak penumpang yang menggunakan trik tersebut.
"Maskapai-maskapai penerbangan selama puluhan tahun menjual tiket lebih murah dengan terbang melalui bandara operasional utama mereka, karena dengan begitu mereka bisa memangkas biaya operasional," kata pengamat John Grant dari JG Aviation Consultants.
"Selama bertahun-tahun maskapai tidak mempermasalahkan penumpang yang menghanguskan tiket untuk bagian akhir perjalanan. Karena kursi tetap terisi," tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, penumpang yang ingin memakai trik ini terbantu dengan munculnya situs-situs internet yang secara khusus memberi tahu penumpang mendapatkan skiplagging.
Maskapai tidak menyukai praktik ini dan maskapai Amerika Serikat, United Airlines menggugat situs Skiplagged.com pada tahun 2014 karena dianggapan melakukan "persaingan yang tidak sehat".
Kasus ini kemudian ditolak pengadilan Chicago karena masalah jurisdiksi. Maskapai menyatakan praktik ini membuat mereka kehilangan keuntungan karena kehilangan pemasukan dari perjalanan penumpang ke tempat yang dituju dan kesempatan untuk menjual kursi juga hilang.
Penumpang yang dituntut Lufthansa, misalnya, bermaksud mengunjungi Berlin pada perjalanan kembali, yang dilakukannya setelah menghanguskan tiket penerbangan Frankfurt-Oslo.
Maskapai Jerman membawa kasus ini ke pengadilan dengan mengklaim bahwa penumpang tersebut melakukan pelanggaran kontrak dan meminta ganti rugi sekitar US$2.300 atau Rp32 juta, nilai yang Lufthansa anggap hilang karena skiplagging.
Tetapi pengadilan di Berlin menolak tuntutan tersebut pada bulan Desember. Juru bicara Lufthansa mengatakan pihaknya akan mengajukan banding.
Tracy Stewart, editor situs perjalanan Airfarewatchdog.com, mengatakan Lufthansa mengeluarkan uang lebih banyak untuk membiayai kasus ini dibandingkan dana yang hilang karena penumpang tidak naik ke penerbangan lanjutan dari Frankfurt ke Oslo.
"Tetapi mereka ingin menyampaikan sebuah pesan," kata Stewart. Sebelumnya sejumlah maskapai menghilangkan akun mileage penumpang yang terbukti melakukan skiplagging.
Apakah penumpang merugi?
Penumpang yang ingin menggunakan trik ini mau tidak mau harus membawa sedikit barang, karena bagasi biasanya baru dapat diambil kota tujuan akhir.
Terdapat juga risiko bahwa penerbangan akan dialihkan ke bandara lain karena cuaca buruk atau kejadian tidak terduga lainnya.
Tetapi keuntungan yang didapat lebih tinggi dari risiko yang mungkin terjadi, kata para pengamat.
"Kita tentu bisa paham dengan penumpang yang ingin menghemat. Apalagi sistem tiket maskapai sendiri jelas-jelas memiliki kecacatan," kata Stewart.
Penumpang tidak perlu melanjutkan perjalanan dari Chicago ke Columbus karena memang tujuannya adalah ke Chicago. "Ini adalah kelemahan yang dapat dengan mudah dieksploitasi," kata Stewart.
Para pengamat yang diwawancara BBC mengatakan skiplagging bukanlah hal baru. Tetapi memang semakin banyak penumpang yang menggunakan trik tersebut.
"Maskapai-maskapai penerbangan selama puluhan tahun menjual tiket lebih murah dengan terbang melalui bandara operasional utama mereka, karena dengan begitu mereka bisa memangkas biaya operasional," kata pengamat John Grant dari JG Aviation Consultants.
"Selama bertahun-tahun maskapai tidak mempermasalahkan penumpang yang menghanguskan tiket untuk bagian akhir perjalanan. Karena kursi tetap terisi," tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, penumpang yang ingin memakai trik ini terbantu dengan munculnya situs-situs internet yang secara khusus memberi tahu penumpang mendapatkan skiplagging.
Maskapai tidak menyukai praktik ini dan maskapai Amerika Serikat, United Airlines menggugat situs Skiplagged.com pada tahun 2014 karena dianggapan melakukan "persaingan yang tidak sehat".
Kasus ini kemudian ditolak pengadilan Chicago karena masalah jurisdiksi. Maskapai menyatakan praktik ini membuat mereka kehilangan keuntungan karena kehilangan pemasukan dari perjalanan penumpang ke tempat yang dituju dan kesempatan untuk menjual kursi juga hilang.
Penumpang yang dituntut Lufthansa, misalnya, bermaksud mengunjungi Berlin pada perjalanan kembali, yang dilakukannya setelah menghanguskan tiket penerbangan Frankfurt-Oslo.
Maskapai Jerman membawa kasus ini ke pengadilan dengan mengklaim bahwa penumpang tersebut melakukan pelanggaran kontrak dan meminta ganti rugi sekitar US$2.300 atau Rp32 juta, nilai yang Lufthansa anggap hilang karena skiplagging.
Tetapi pengadilan di Berlin menolak tuntutan tersebut pada bulan Desember. Juru bicara Lufthansa mengatakan pihaknya akan mengajukan banding.
Tracy Stewart, editor situs perjalanan Airfarewatchdog.com, mengatakan Lufthansa mengeluarkan uang lebih banyak untuk membiayai kasus ini dibandingkan dana yang hilang karena penumpang tidak naik ke penerbangan lanjutan dari Frankfurt ke Oslo.
"Tetapi mereka ingin menyampaikan sebuah pesan," kata Stewart. Sebelumnya sejumlah maskapai menghilangkan akun mileage penumpang yang terbukti melakukan skiplagging.
Apakah penumpang merugi?
Penumpang yang ingin menggunakan trik ini mau tidak mau harus membawa sedikit barang, karena bagasi biasanya baru dapat diambil kota tujuan akhir.
Terdapat juga risiko bahwa penerbangan akan dialihkan ke bandara lain karena cuaca buruk atau kejadian tidak terduga lainnya.
Tetapi keuntungan yang didapat lebih tinggi dari risiko yang mungkin terjadi, kata para pengamat.
"Kita tentu bisa paham dengan penumpang yang ingin menghemat. Apalagi sistem tiket maskapai sendiri jelas-jelas memiliki kecacatan," kata Stewart.
Subscribe to:
Comments (Atom)


